--> Pengamat Militer China Peringatkan Jangan Ganggu Indonesia Karena NKRI Bakal Jadi Negara Besar - DATECH

Pengamat Militer China Peringatkan Jangan Ganggu Indonesia Karena NKRI Bakal Jadi Negara Besar


China dan Indonesia beberapa kali terlibat ketegangan di Zona Ekonomi Ekslusif alias ZEE Natuna Utara.

Acapkali kapal survei dan coast guard China hadir di sana mengganggu eksplorasi minyak bumi lepas pantai Indonesia.

Baca juga: Remehkan Barat, Putin: Rusia Kebal Terhadap Berbagai Sanksi

Baca juga: Awas WWIII, Rudal Hipersonik, Rusia Dilaporkan Mendekat Eropa

China berani melakukan itu kepada Indonesia karena militer mereka sangat kuat.

Dalam setahun, galangan kapal China mampu meluncurkan 12-14 unit kapal perang tipe Fregat, LHD atau Destroyer.

Kemampuan galangan kapal China ini menjadi yang tertinggi di dunia dimana dalam satu bulan mereka launching kapal perang baru.

Maka mereka jelas berani mengklaim 80 persen perairan Indo Pasifik, sekelas negara Jepang saja harus keringat dingin menghadapi agresi maritim China ini.

Salah satu sikap pongah semena-mena China kepada Indonesia ialah protes Beijing atas pengeboran minyak lepas pantai di Natuna Utara.

Baca juga: Awas WWIII, Rudal Hipersonik, Rusia Dilaporkan Mendekat Eropa

Padahal Natuna Utara Milik NKRI, sah dan diakui oleh PBB.

Tapi China malah melayangkan protes di wilayah kedaulatan bangsa lain.

Baca juga: Remehkan Barat, Putin: Rusia Kebal Terhadap Berbagai Sanksi

Baca juga: Awas WWIII, Rudal Hipersonik, Rusia Dilaporkan Mendekat Eropa

"Jawaban kami sangat tegas, bahwa kami tidak akan menghentikan pengeboran karena itu adalah hak kedaulatan kami," kata seoarang anggota parlemen Indonesia di komite keamanan nasional, Muhammad Farhan dikutip dari Rauters, Rabu 11 November 2021.

Isi surat dari pemerintah China itu juga bernada ancaman.

"(Surat itu) sedikit mengancam karena itu adalah upaya pertama diplomat China untuk mendorong agenda sembilan garis putus-putus mereka terhadap hak-hak kami dibawah hukum laut," kata Farhan.

Untungnya Indonesia langsung bergerak cepatdalam menangani protes China ini.

Setali tiga uang AS menyambut semua keberatan Indonesia atas China dengan menyatakan siap membantu NKRI mempertahankan Natuna Utara.

Baca juga: Remehkan Barat, Putin: Rusia Kebal Terhadap Berbagai Sanksi

Baca juga: Awas WWIII, Rudal Hipersonik, Rusia Dilaporkan Mendekat Eropa