--> Truk Militer Inggris Angkat 6 Hulu Ledak Nuklir di Tengah Invasi Rusia - DATECH

Truk Militer Inggris Angkat 6 Hulu Ledak Nuklir di Tengah Invasi Rusia

Sejumlah truk militer melintas di Glasgow, ibukota Skotlandia, Jumat 18 Maret 2022 malam waktu setempat. Seluruh truk militer itu dikabarkan membawa enam hulu ledak untuk senjata nuklir.

Dilansir dari situs resmi Nukewarch UK, konvoi truk militer itu dilacak oleh seorang Pakar Senjata Pemusnah Massal Inggris, Jane Tallentstold.

Diungkap Tallentstold, iring-iringan kendaraan militer itu melintasi jalan raya M6, wilayah Cumbria, dan M74 di Lesmahagow, 25 mil (40,2 kilometer) sebelah selatan Glasgow, sekitar pukul 23.30.

Tallentstold juga memantau, hulu ledak nuklir untuk rudal balistik antar benua berbasis peluncuran kapal selam (SLBM), dikerahkan melalui jalan darat dari Perusahaan Pembangun Atom Burghfield dekat Reading, Inggris ke Depot Angkatan Laut Kerajaan Inggris (RNAD) Coulport, Skotlandia. "Kami pikir rute yang paling memungkinkan (dilewati) pada waktu malam itu. Melihat waktunya, saya akan mengatakan mungkin itu yang terjadi. Mengambil (jalan raya) M74 ke M8, melewati jembatan Erskine dan mengambil A82 di Loch Lemonside," ujar Tallentstold.

Menurut perhitungan Tallentstold, ada empat truk militer yang mengangkut hulu ledak nuklir. Satu truk bisa membawa dua hulu ledak.

Akan tetapi, satu truk disinyalir kosong muatan dan hanya berfungsi sebagai cadangan. Jadi Tallentstold meyakini, ada tiga truk yang membawa enam hulu ledak nuklir.

"Saya tahu sekitar pukul 23.30 tadi malam mereka masuk ke RNAD Coulport. Saya pikir ada empat hulu ledak  yang saya yakini. Perhitungan kami adalah bahwa masing-masing truk itu bisa membawa dua. Tetapi, satu truk kosong sebagai cadangan seandainya ada yang rusak," kata Tallentstold melanjutkan.

"Jadi, jika ada empat (truk), kami memperkiarakan akan ada enam hulu ledak atau sekitar enam hulu ledak," ucapnya.

Pengerahan enam hulu ledak nuklir ini dilakukan di tengah invasi Rusia ke Ukraina yang sudah berlangsung lebih dari tiga pekan. Inggris adalah salah satu negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang ikut mendukung perlawanan Ukraina terhadap agresi militer Rusia.