--> Pengamat Militer China Peringatkan Jangan Ganggu Indonesia Karena NKRI Bakal Jadi Negara Besar - DATECH

Pengamat Militer China Peringatkan Jangan Ganggu Indonesia Karena NKRI Bakal Jadi Negara Besar

 


Baca juga : K-17 Boomerang, Ranpur IFV Terbaru Asal Rusia Yang Sangat Cocok Gantikan PT 76 Korps Marinir TNI AL

"Amerika Serikat dan Indonesia memilki visi yang sama tentang kawasan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka, termasuk komitmen terhadap kebebasan navigasi dan penerbangan.

Indonesia adalah pemimpin di ASEAN dan jangkar tatanan berbasis aturan di Indo Pasifik. Amerika Serikat tetap terlibat secara mendalam di Indo Pasifik, dan kami serta mitra kami percaya bahwa cara terbaik untuk mencegah konflik adalah dengan memperkuat nilai-nilai bersama kami," lapor state.gov.

Baca Juga: China Ogah Jadi Pengguna Pertama Senjata Nuklir Saat Perang Pecah

AS akan mengirimkan bantuan militer ke Indonesia berupa alutsista dan latihan perang bersama.

"Kami mendukung upaya kuat Indonesia untuk menjaga hak maritimnya dan melawan agresi RRT di laut Chian Selatan, termasuk di zona ekonomi ekslusif di sekitar kepulauan Natuna," tegaasnya.

Kemudian Indonesia juga sudah mengirim surat ke PBB yang intinya menolak klaim China di ZEE Natuna Utara.

"Indonesia pada Mei 2020 mengirim surat kepada PBB yang menolak klaim historis Beijing di laut yang ditujukan dengan peta sembilan garisnya," ujar Baladas dikutip dari indianarative.com

Dukungan juga datang dari India dimana Indonesia berhak menggunakan semua sumber dayanya untuk mempertahankan Natuna Utara.



Salah satunya adalah bekerja sama dengan Inggris dan Rusia mengebor minyak di Natuna Utara.

"Indonesia tidak ingin memihak antara dua kekuatan saingan meskipun semua intimidasi China. Dan dia mengadopsi strategi cerdik di Inggris dan Rusia untuk menghadapi tekanan China. Jakarta mencari dukungan dari konsorsium Harbour Energy Inggris dan perusahaan minyak Rusia Zarubezhneft." ujar Prof  Baladas.

Dengan adanya kerjasama ini Natuna Utara aman dari gangguan China walau Indonesia tak mengerahkan militer ke sana dalam satu waktu.

Baladas memuji langkah Indonesia sebagai usaha cerdik, melawan otot dengan otak.

"Indonesia mengklaim keberhasilan dalam usaha mereka, yang oleh beberapa analisis disebut sebagai kemenagan besar atas China," tegasnya.